Unggas (bahasa Inggris: poultry)
adalah jenis hewan
ternak kelompok burung yang dimanfaatkan untuk daging dan/atau telurnya. Umumnya merupakan bagian dari
ordoGalliformes (seperti ayam dan kalkun), dan Anseriformes (seperti bebek).Kata unggas juga umumnya digunakan
untuk burung pedaging seperti di atas. Lebih luasnya,
kata ini juga dapat digunakan untuk daging burung jenis lain seperti merpati.Bagian
paling berdaging dari burung adalah otot terbang pada dada, serta otot jalan pada segmen pertama
dan kedua pada kakinya.
BAB I
PENDAHULUAN
Anatomi adalah
ilmu yang mempelajari bentuk dan struktur semua organisme makhluk hidup.
Sedangkan histologi berasal dari kata histon, yang artinya kumpulan beberapa
sel yang mempunyai satu atau lebih kekhususan fungsi yang membentuk jaringan.
Jadi histologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jaringan tubuh.
Praktikum Anatomi
dan Histologi ini diadakan untuk menunjang mata kuliah Anatomi dan
Histologi. Adanya praktikum ini dapat menjadikan mahasiswa mengetahui anatomi
dan histologi hewan ternak secara nyata. Kegiatan yang dilakukan dalam
praktikum Anatomi dan Histologi ini terdiri dari pengamatan kerangka dan otot
pada ayam, pengamatan kerangka dan otot pada domba, dan pengamatan jaringan
kulit, jaringan ikat, jaringan usus halus, jaringan otot, dan jaringan tulang.
Pengetahuan tentang anatomi dan histologi dapat menjadikan mahasiswa mengetahui
dan mengerti bentuk dan struktur semua organisme serta jaringan tubuh.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Ayam
Kerangka ayam
Ayam memiliki
tulang yang kuat dengan susunan partikel yang padat dan timbangan berat yang
ringan. Timbangan yang ringan tetapi berat ini memungkinkan bangsa burung
memiliki kemampuan untuk terbang atau berenang bagi unggas air. Tulang punggung
di daerah leher dan otot dapat digerakkan. Tulang punggung tersebut membentuk
suatu susunan kaku yang memberikan kekuatan terhadap tubuh yang cukup kuat
untuk menopang gerakan dan aktivitas sayap (Akoso, 1993).
Tulang-tulang
hampir semua jenis unggas adalah bersifat pneumatik (berongga). Ruang berongga
ini berhubungan dengan sistem pernafasan yang memungkinkan seekor burung dengan
satu sayap yang patah untuk bernafas melalui sayap. Hal ini merupakan suatu
fenomena yang telah diperhatikan sejak lama pada burung-burung yang luka oleh
para pemburu. Dua belas persen struktur tulang pada ayam adalah tipe tulang meduleryang
unik. Ini merupakan suatu jaringan tulang yang kecil sekali yang mengikat
struktur berongga bersama-sama dengan sumsum tulang dan bagi unggas liar
berguna sebagai suatu substansi untuk pembentukan telur bila kadar kalsium
dalam pakannya rendah (Blakely and Bade, 1991).
Tulang mengandung
sel-sel hidup dan matrik intraseluler yang diliputi garam mineral. Kalsium
fosfat menyusun sekitar 80% bahan mineral dan sisanya sebagian besar terdiri
dari kalsium karbonat dan magnesium fosfat (Frandson, 1992).
Rongga sunsum
tulang ayam betina selama masa bertelur disusupi oleh sistem tulang sunsum yang
terdiri atas kalsium tulang. Bagian ini mengisi ruang sunsum dengan anyaman
tulang yang lembut kecil dan berfungsi untuk membentuk kulit telur bila kalsium
yang tersedia dalam pakan rendah. Tulang sunsum ini terdapat pada ayam betina
yang secara fisiologis normal, tetapi tidak terdapat pada ayam jantan (Akoso,
1993).
Sunsum tulang
terdapat dalam tulang kering, tulang paha, tulang pinggul, tulang dada, tulang
iga, tulang hasta, tulang belikat dan kuku. Anak ayam sewaktu tumbuh dewasa,
yakni sekitar 10 hari menjelang pembentukan telur yang pertama, mulai menampung
tulang sunsum. Pada ayam liar, tulang-tulang ini menghasilkan kalsium yang
cukup untuk membentuk kerabang bila kadar kalsium yang dimakan selama bertelur
rendah (Akoso, 1993).
Timbunan kalsium
tulang ayam betina piaraan hanya dapat mencukupi pembentukan beberapa kerabang
telur. Apabila kandungan kalsium rendah, maka setelah ayam bertelur kurang
lebih 6 butir, akan kehilangan sekitar 40% dari total kalsium tulang (Akoso,
1993).
Perototan ayam
Otot adalah
jaringan yang mempunyai struktur dan mempunyai fungsi utama sebagai penggerak.
Ciri suatu otot mempunyai hubungan yang erat dengan fungsinya. Karena
fungsinya, maka jumlah jaringan ikat berbeda diantara otot. Jaringan ikat ini
berhubungan dengan kealotan daging. Otot-otot yang berasosiasi dengan tulang
yaitu otot-otot yang berhubungan dengan tulang, sering disebut otot skeletal
(Soeparno, 1994).
Jaringan otot ayam
merupakan satu kesatuan kelompok organ yang bertindak selaku anggota gerak. Ada
3 macam otot dasar, yaitu otot polos, otot jantung, dan otot rangka. Otot polos
dijumpai di dalam pembuluh darah, usus, dan organ lain yang tidak berada di
bawah perintah otak. Otot rangka melekat pada tulang dan bertanggung jawab terhadap
gerak yang berada di bawah perintah seperti otot dada, paha, dan kaki.
Otot skeletal
adalah yang paling penting bagi ternak unggas meskipun terdapat otot polos pada
usus dan otot kardiak pada jantung. Dada merupakan otot skeletal terbesar
karena dibutuhkan untuk terbang, misalnya pada bangsa ayam liar. Otot ini telah
dikembangkan secara genetis oleh para ahli pemuliaan spesies-spesies domestik.
Ayam memiliki otot merah dan putih, yang dapat disamakan dengan daging gelap
dan terang. Perbedaan ini disebabkan kandungan myoglobin pada otot
merah.Myoglobin adalah pigmen merah yang membawa oksigen pada otot ayam
(Blakely and Bade, 1991).
Musculus
pectoralis major berfungsi untuk menutup sayap, berorigo padacarnia
sterni dan berinsertio pada facies ventralis humeri. Musculus
pectoralis minor baru tampak bila musculus pectoralis major diangkat. Musculus ini
berorigo pada carnia sterni, kemudian masuk ke dalam foramen
triosseumyang berinsertio pada facies dorsalis humeri. Fungsinya
adalah untuk menurunkan sayap (Radiopoetra, 1991).
Sesaat setelah
mati, otot mengalami proses patologis yang disebutrigormortis. Dalam
keadaan ini, otot berubah menjadi kaku karena kenaikan tegangan otot sehingga
kehilangan elastisitas atau disebut juga kaku bangkai. Kaku bangkai ini dimulai
dari tubuh bagian depan melanjut ke belakang dan biasanya hilang dengan urutan
yang sama (Akoso, 1993).
Jaringan
Jaringan
otot. Jaringan otot secara langsung mampu menghasilkan gerakan. Sel-sel
jaringan lain dapat pula bergerak, tetapi gerakannya kurang terintegrasi. Hanya
kumpulan sel-sel yang mampu menciptakan gerakan kuat melalui progres kontraksi
dengan gerakan searah dilaksanakan oleh otot (Dellmann and Brown, 1989).
Sel-sel khusus
jaringan otot memiliki bangun khusus yang dikaitkan dengan aktivitas kontraksi.
Bentuknya memanjang seperti kincir, membentuk serabut. Berdasarkan bentuk serta
bangunnya, sel otot disebut serabut otot (myofibers) (Dellmann and Brown,
1989). Serabut otot ada tiga bentuk dasar, yaitu otot polos yang merupakan
bagian kontraktil dinding alat jeroan, otot kerangka yang melekat pada tubuh,
beroriginasi dan insersio pada bungkul tulang dan otot jantung yang merupakan
dinding jantung (Dellmann and Brown, 1989). Tiga macam jaringan otot pada
mamalia dapat dibedakan menurut susunan (structure), inervasi dan kontrol,
fungsinya (Kustono, 1997).
Otot kerangka
adalah otot yang melekat pada rangka (skeleton). Otot ini terdapat paling
banyak, yaitu sekitar 40% total berat badan. Otot ini bekerja secara sadar atau
dibawah kontrol syaraf (voluntary). Otot kerangka kadang disebut otot
bergaris-garis (striated muscle) karena terlihat bagian-bagian yang gelap dan
terang (perbedaan indeks bias dari berbagai bagian serabut otot). Bila dilihat
dengan mikroskop akan terlihat garis-garis berselang (cross striated) (Kustono,
1997).
Serabut otot
kerangka yang ekstra panjang, panjangnya dapat mencapai seluruh panjang otot
dengan diameter 10 – 120 μm. Serabut yang panjang ini berasal dari gabungan
dari sel-sel mononuklear (myoblast) ke dalam satu serabut. Jadi satu serabut
tampak memiliki banyak inti yang mengambil posisi di tepi dengan letak
subsarkolema pada mamalia (Dellmann and Brown, 1989).
Otot polos (smooth
muscle) memiliki bentuk serabut seperti kincir atau gelendong (spindle),
berdiameter tidak lebih dari 10 μm. Panjangnya bervariasi antara 20 – 500 μm,
tergantung pada organ yang memilikinya. Posisi inti sentral dan tidak tampak
garis-garis melintang. Semua serabut otot membentuk berkas dan terikat ketat
oleh jalinan serabut elastik dan retikuler antara tiap serabut otot polos
(Dellmann and Brown, 1989).
Otot polos
terdapat pada macam-macam organ mamalia, yaitu pada dinding pembuluh darah dan
limfe, dinding saluran pencernaan, kencing, reproduksi, pernafasan, dinding
perototan uterus dan lapisan dermal pada kulit. Pada ayam dan kalkun,
gizzardnya hampir semua terdapat otot polos. Otot polos bekerja dibawah kontrol
syaraf tak sadar (involuntary) (Kustono, 1997).
Otot jantung (cardiac
muscle) hanya ditemukan pada jantung dan nampak sama dengan otot rangka bila
dilihat dibawah mikroskop. Otot jantung bekerjanya tidak berada di bawah
kontrol syaraf secara sadar (involuntary) (Kustono, 1997). Serabut otot jantung
mempunyai susunan khusus untuk memenuhi fungsinya sebagai pompa jantung. Otot
ini berbentuk silinder, bergaris melintang mirip otot kerangka, tetapi
berbentuk sebagai sel-sel yang bercabang yang saling mengadakan anastomose dan
bukan berbentuk sinsisium. Inti tunggal lazimnya terletak di tengah serabut
otot (Dellmann and Brown, 1989).
Komponen sel otot
terdiri dari sel membran bagian luar (sarkolema), mitokondria, apparatus
golgi, endoplasmik retikulum, peroxisomes, lysosomesdan ribosomes (seperti
pada sel-sel lain). Myofibrils adalah organela di dalam serabut otot
yang mempunyai fungsi spesial untuk berkontraksi.Myofibrils ini berupa
benang-benang protein yang memanjang. Otot kerangka bagian dalamnya ditempati
oleh ± 80 – 87% myofibril (50% pada otot jantung). Otot mengandung
protein miosin, aktin, tropomiosin dan troponin. Troponin terdiri dari sub unit
I, T dan C (Kustono, 1997).
Jaringan
tulang. Tulang tergolong jaringan ikat yang memiliki sel dan serabut,
terkurung dalam bahan yang keras, sehingga cocok dengan fungsinya sebagai
penunjang serta pelindung. Tulang merupakan kerangka tubuh serta merupakan
pertautan otot serta tendon yang merupakan alat gerak. Tulang melindungi otak
dan alat tubuh yang penting dalam rongga dada, juga merupakan tempat bagi
sumsum tulang. Tulang dianggap sebagai gudang garam kalsium yang melalui
metabolisme mempertahankan kadar kalsium dalam plasma darah (Dellmann and
Brown, 1989).
Lamel tulang ada
tiga jenis, yaitu lamel khusus (concentric lamellae) yang
mengitari saluran Haver yang membentuk osteon (haversian
system); lamel interstisial (interstitial lamellae) yang mengisi
ruang antara osteon satu dengan yang lain, dan lamel umum (circumferential
lamellae) yang membalut tulang, langsung di bawah periosteum (lamel umum
luar), dan di bawahendosteum (lamel umum dalam). Garis pemisah (cement
line) jelas terdapat antara komponen osteon dengan bahan
interstisial. Garis ini tampak tidak teratur bila tulang mengalami proses
perombakan yang disebut garis balik(reversal lines). Bagian yang memiliki
garis bentuk halus disebut garis tahan(arrest lines) sebagai akibat
pertumbuhan tulang yang terjadi setelah periode selang (interruption
period) (Dellmann and Brown, 1989).
Permukaan luar
serta dalam pada substansi padat pada hewan dewasa terdiri dari lamel tulang
konsentris yang mengitari tubuh tulang. Bagian ini disebut lamel umum luar dan
lamel umum dalam. Lamel-lamel tampak sebagai jalinan pita yang tersusun paralel
terhadap sumbu tulang pada penampang tulang memanjang (Dellmann and Brown,
1989).
Osteon tersusun
dengan pola longitudinal mengitari saluran Haver (central canals) yang
berisi pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf tanpa selubung mielin yang
ditunjang oleh jaringan ikat. Saluran Haver saling berhubungan
melalui saluran Volkman (perforating canals) secara horizontal atau
transversal. Saluran Haver digambarkan sebagai saluran vertikal atau
tegak lurus dan saluran Volkman sebagai saluran horizontal. Osteon dikenal
dapat bercabang dan beranastomose dengan osteon lain membentuk
konfigurasi tiga dimensi, sehingga saluran Haver (central canals) dapat
terpancang miring, beraspek seperti saluran Volkman (perforating canals).Saluran Haver selalu
dikitari oleh lamel khusus sedangkan saluran Volkmantidak (Dellmann and
Brown, 1989).
Tulang umumnya
dibalut jaringan ikat kuat yang disebut periosteum dan terdiri dari
dua lapis, yaitu lapis dalam atau lapis osteogenik yang menumbuhkan
sel-sel pembentuk tulang; lapis luar atau lapis fibrosa terdiri dari
jalinan serabut kolagen dengan pembuluh darah. Pembuluh darah
bercabang-cabang dan masuk melalui saluran penembus (perforating canals) mencapai osteon. Lapis
osteogenik pada hewan muda lebih banyak mengandung sel-sel daripada yang
tua. Pertautan periosteum pada tulang cukup kuat melalui serabut
kolagen yang menyusup ke dalam lamel umum luar dan lamel interstisial
tulang. Serabut penembus ini menyatu dengan matriks dengan membentuk lamel
permukaan (Dellmann and Brown, 1989).
Jaringan
ikat. Secara embriologis, jaringan ikat berasal dari mesoderm,meskipun
ektoderm daerah kepala ikut membentuk jaringan ikat. Jaringan ikat
embrionik disebut mesenkim (mesenchyme), berkembang dari somit
mesoderm somatik dan splanknik. Berdasarkan perkembangannya, jaringan
ikat dibagi dalam dua kelompok besar dan beberapa subkelompok. Semua bentuk
jaringan ikat (penghubung dan penunjang) memiliki tiga unsur pokok, yakni
sel-sel, serabut, dan matriks atau bahan dasar, yang secara proporsional
berbeda untuk tiap jenis, tetapi pada mesenkim belum tampak adanya serabut
(Dellmann and Brown, 1989).
Jaringan ikat
dibagi menjadi dua, yaitu jaringan ikat embrionik dan jaringan ikat dewasa.
Jaringan ikat embrionik terdiri dari mesenkim dan jaringan ikat gelatin.
Jaringan ikat dewasa terbagi menjadi jaringan penghubung dewasa dan jaringan
penunjang dewasa. Jaringan penghubung dewasa terbagi menjadi jaringan ikat
longgar, jaringan ikat pekat tidak teratur, jaringan ikat teratur yang terdiri
dari kolagen dan elastik, jaringan ikat retikuler dan jaringan lemak yang
terdiri dari jaringan lemak putih dan jaringan lemak coklat. Jaringan penunjang
dewasa terbagi menjadi tulang rawan yang terdiri dari tulang rawan hialin,
tulang rawan elastik dan tulang rawan fibrosa, tulang, notokord, somentum dan
dentin (Dellmann and Brown, 1989).
Ada tiga macam
serabut jaringan ikat, yaitu serabut kolagen, serabut retikuler, dan serabut
elastik. Jaringan ikat dari hewan dewasa paling banyak terdapat dalam bentuk
jaringan ikat longgar yang tidak teratur atau areolar (Dellmann and
Brown, 1989). Sel-sel jaringan ikat dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu
sel tetap dan sel pengembara. Sel tetap meliputi fibroblast, sel-sel
mesencim dan sel-sel adipose khusus. Sel-sel pengembara meliputi eosinofil, sel
plasma, sel mast, sel limfe dan makrofag bebas. Substansi dasar dan serabut
ekstraseluler diproduksi olehfibroblast (Soeparno, 1994).
Menurut Swatland
(1984) dalam Soeparno (1994), serabut-serabut kolagen pada jaringan ikat
mempunyai diameter antara 1 – 12 µm, sedangkan ikatan-ikatan paralel fibril
penyusun serabut kolagen tersebut berdiameter antara 20 – 100 nm. Kolagen
merupakan protein yang paling luas terdapat dalam tubuh hewan, meliputi 20 – 25
% dari total protein tubuh mamalia. Kolagen merupakan protein struktursl pokok
pada jaringan ikat, dan mempunyai pengaruh besar terhadap kealotan daging.
Jumlah dan kekuatan kolagen meningkat sesuai dengan umur (Soeparno, 1994).
Jaringan
pada sistema digestiva. Sistem digesti berfungsi sebagai saluran
pencernaan (Kustono, 1997). Usus halus tersusun dari epitel silindris sebaris.
Epitel silindris sebaris terdiri dari sebaris sel-sel berbentuk silinder,
berdiri pada membran basal. Pada penampang melintang selnya tinggi, inti
lonjong terletak agak basal dengan sumbu tegak lurus terhadap membran basal,
penampang atas tampak poligonal. Tipe epitel ini juga membalut lambung kelenjar
(Dellmann and Brown, 1989).
Jaringan epitel
ada yang berfungsi sebagai kelenjar dalam arti mempu menghasilkan sekreta.
Sebagian besar organ tubuh bagian dalam berisi kelenjar dalam satu atau bentuk
lain dan hasil pemisahan itu mungkin didistribusikan secara luas. Kelenjar
dapat bersifat endokrin atau eksokrin (Dellmann and Brown, 1989).
Jaringan
kulit. Jaringan kulit merupakan jenis jaringan epitel. Jaringan epitel
terdiri dari sel-sel sejenis yang membalut permukaan luar dan dalam organ tubuh
yang berbentuk saluran atau rongga. Selain itu juga membalut permukaan tubuh.
Sel-sel epitel mampu berproliferasi menumbuhkan kelenjar folikel rambut
(Dellmann and Brown, 1989).
Secara
embriologis, ketiga daun kecambah berperan dalam menumbuhkan berbagai bentuk
epitel, misalnya : ektoderm menumbuhkan epitel permukaan tubuh dan derivatnya,
entoderm menumbuhkan epitel saluran pencernaan dan pernapasan, dan mesoderm
menumbuhkan epitel saluran kardiovaskular, saluran urogenital, dan rongga tubuh
yang tidak berhubungan dengan dunia luar, misalnya rongga dada dan rongga
perut. Jaringan epitel dengan ciri khasnya mampu melaksanakan beberapa fungsi
tertentu, misalnya sebagai pelindung, penyerap, sekresi dan ekskresi, reseptor
rangsangan dan membentuk barier untuk proses permeabilitas selektif (Dellmann
and Brown, 1989).
Klasifikasi
jaringan epitel berdasarkan pada bentuk sel-sel dan jumlah lapisannya, misalnya
: epitel selapis yang terdiri dari satu lapis sel di atas membran basal dan
epitel banyak lapis yang terdiri dari dua atau lebih lapis sel di atas membran
basal. Penamaan epitel banyak lapis lazimnya didasarkan pada bentuk sel-sel
permukaan tanpa memandang bentuk sel yang terdapat di bawahnya. Epitel pipih
banyak lapis lazimnya terdapat tiga sampai lima lapis sel. Lapisan ini terdiri
dari stratum basale, stratum spinosum, stratum germinativum, stratum
lucidum dan stratum corneum(Dellmann and Brown, 1989).
Macam-Macam
Potongan Ayam (1)
Teknik memotong
unggas terlebih dahulu harus mengetahui bagian – bagiannya. Pengetahuan anatomi
dan pengenalan kerangka sangat dibutuhkan sebelum memotong ayam menjadl bagian
tertentu. Tujuannya adalah membuat potongan yang tepat, mengurangi trimming
atau serpihan daging yang mungkin masih melekat pada tulang dan mempercepat
proses pemotongan.
Bagian Potongan
Ayam
1. Chicken
Leg
Potongan ini merupakan potongan ayam yang dipotong menjadi 4
bagian. Biasanya digunakan untuk olahan dengan teknik ditim dan casseroles.
2. Drumstick
Potongan ini
paling cocok untuk membuat masakan fast food, ayam bakar.
3. Thigh
Jenis potongan ini
digunakan untuk membuat olahan dengan menggunakan cairan lebih banyak seperti
stuffing dan braising.
4 . Chicken
Breast
Potongan ini
adalah bagian dari potongan ayam yang dibagi menjadi 4 bagian. Potongan ini
merupakan gabungan dari dada dan sayap. Biasanya digunakan pada olahan
casseroles, stewing dan roasting.
Berbagilah
kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.
Komposisi ungggas
sama dengan komposisi daging, tetapi unggas lebih tinggi persentase
bagian-bagian yang tak terpakai (bulu, tulang, dan bagian – bagian yang tak
dapat dimakan). Ayam lebih mudah dicernakan karena serabut dagingnya lebih
pendek dan dagingnya tidak terjalin lemak. Karena itu ayam merupakan salah satu
komponen dari diet seorang yang invalid.
Lemaknya terletak tepat di bawah kulit dan di sekitar organ internal (terutama sekitar ginjal). Dagingnya lebih kering dibandingkan dengan daging lainnya. Daging yang putih warnanya, yaitu di sekitar dada dan sayap, lebih mudah dicerna dibandingkan dengan daging paha yang jauh lebih padat dan lebih kasar karena aktivitas otot yang lebih banyak digunakan. Bebek dan angsa tak semudah itu dicernakannya karena mengandung banyak lemak.
Cara Memilih Unggas
Ayam
1. Warna kulit jangan sampai ada yang kebiru-biruan ataupun kehijau-hijauan. Demikian juga warna dagingnya.
2. Matanya harus jernih dan tidak melekuk masuk.
3. Ayam itu jangan sampai berbau kurang sedap.
4. Pilihlah ayam yang kakinya masih lunak dan dapat dilipat.
5. Tubuh dan kakinya harus gemuk dan bulat.
6. Adanya bulu halus di seluruh tubuhnya merupakan indikasi bahwa ayam itu masih muda. Kecuali itu ayam yang masih muda bagian tulang dadanya harus dapat dilipat dan terasa lunak serta halus.
7. Kalau ayam itu sudah dibekukan, maka warna kulitnya harus tetap baik dan jernih, tidak terputus-putus.
Kalkun
Lemaknya terletak tepat di bawah kulit dan di sekitar organ internal (terutama sekitar ginjal). Dagingnya lebih kering dibandingkan dengan daging lainnya. Daging yang putih warnanya, yaitu di sekitar dada dan sayap, lebih mudah dicerna dibandingkan dengan daging paha yang jauh lebih padat dan lebih kasar karena aktivitas otot yang lebih banyak digunakan. Bebek dan angsa tak semudah itu dicernakannya karena mengandung banyak lemak.
Cara Memilih Unggas
Ayam
1. Warna kulit jangan sampai ada yang kebiru-biruan ataupun kehijau-hijauan. Demikian juga warna dagingnya.
2. Matanya harus jernih dan tidak melekuk masuk.
3. Ayam itu jangan sampai berbau kurang sedap.
4. Pilihlah ayam yang kakinya masih lunak dan dapat dilipat.
5. Tubuh dan kakinya harus gemuk dan bulat.
6. Adanya bulu halus di seluruh tubuhnya merupakan indikasi bahwa ayam itu masih muda. Kecuali itu ayam yang masih muda bagian tulang dadanya harus dapat dilipat dan terasa lunak serta halus.
7. Kalau ayam itu sudah dibekukan, maka warna kulitnya harus tetap baik dan jernih, tidak terputus-putus.
Kalkun
1. Dagingnya harus putih dan tegap.
2. Dadanya harus berisi.
3. Kakinya harus mulus mulus dan licin sedang bagian cakarnya terasa lunak.
4. Kalkun yang sedang ukurannya, lebih lunak dagingnya dan juga lebih halus serta lezat dibandingkan dengan kalkun yang besar.
5. Yang betina selalu lebih baik daripada yang jantan, terutama kalau akan dipanggang.
Itik dan Angsa
1. Kulitnya harus berwarna putih.
2. Dadanya harus berisi.
3. Kakinya harus lunak, dapat dilipat dan berwarna kuning.
4. Angsa tidak boleh lebih dari satu tahun usianya.
Burung Dara
1. Dadanya harus berisi dan montok.
2. Kakinya harus langsing dan berwarna kemerah-merahan.
3. Kulitnya harus berwarna muda (kulit yang warnanya muda lebih jauh lebih enak dan lezat daripada burung yang berwarna gelap kulitnya).
Memasak Unggas
1. Bangsa unggas yang sudah agak tua sebaiknya dijadikan hidangan yang membutuhkan pengolahan dengan merebus atau mengukus. Bisa juga dijadikan jenis hidangan tim ayam atau jenis masakan kare.
2. Unggas yang lebih muda sebaiknya dipanggang digoreng atau dibakar baik utuh ataupun dibelah.
3. Peraturan yang berlaku untuk memasak daging juga berlaku untuk cara memasak jenis unggas.
http://pusat_kesehatan.blog.plasa.com



Tidak ada komentar:
Posting Komentar